PLTS Hybrid vs On-Grid. Manakah yang lebih tepat untuk Anda?
Salah satu pertanyaan yang paling sering kami terima dari pelanggan residensial adalah:
"Apakah PLTS rumah perlu menggunakan baterai?"
Jawabannya adalah tidak selalu. Kebutuhan akan baterai bergantung pada tujuan Anda memasang PLTS.
Jika tujuan utama Anda adalah memiliki cadangan listrik saat PLN padam serta tetap dapat menggunakan energi surya pada malam hari, maka PLTS dengan baterai (hybrid) merupakan pilihan yang tepat.
Namun, perlu dipahami bahwa penambahan baterai akan meningkatkan nilai investasi. Secara umum, sistem PLTS dengan baterai dapat memiliki biaya sekitar 20–30% lebih tinggi dibandingkan sistem tanpa baterai, tergantung kapasitas sistem dan baterai yang dipilih.
Di sisi lain, jika tujuan utama Anda adalah penghematan biaya listrik dan memperoleh ROI (Return on Investment) atau payback period yang lebih cepat, maka PLTS on-grid tanpa baterai merupakan pilihan yang lebih tepat. Dengan investasi awal yang lebih rendah, sistem ini memberikan pengembalian investasi yang lebih cepat.
Yang sering menjadi kesalahpahaman adalah anggapan bahwa menambahkan baterai selalu menghasilkan sistem yang paling ekonomis. Padahal, sistem dengan baterai umumnya dipilih dengan tujuan utama untuk meningkatkan kemandirian energi.
Jadi, sebelum menentukan pilihan, tentukan terlebih dahulu tujuan utama Anda memasang PLTS:
☀️ Ingin menghemat tagihan listrik dan memperoleh ROI lebih cepat?
→ Pilih PLTS on-grid tanpa baterai.
🔋 Ingin tetap memiliki listrik saat PLN padam dan lebih mandiri secara energi?
→ Pilih PLTS dengan baterai (hybrid).
Tidak ada sistem yang paling baik untuk semua orang. Sistem yang tepat adalah sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan, pola konsumsi listrik, dan tujuan investasi Anda. Dengan memilih konfigurasi yang tepat, Anda akan memperoleh manfaat yang optimal, baik dari sisi investasi maupun kenyamanan penggunaan dalam jangka panjang.